PATI, MEDIAKPK.COM – Proyek pembangunan rabat beton jalan yang bersumber dari Bantuan Keuangan (Banprov) Jawa Tengah Perubahan Tahun Anggaran 2025 di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, menjadi sorotan. Pasalnya, meski usia pembangunan belum genap satu tahun, pada sejumlah titik ruas jalan sudah tampak mengalami retak dan pecah.
Berdasarkan pantauan MediaKPK di lokasi, Selasa (30/6/2026), permukaan rabat beton terlihat retak memanjang di beberapa bagian. Saat tim melakukan pengecekan, papan informasi kegiatan juga tidak ditemukan di lokasi proyek.
Namun, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kepala Desa Tanjungsari, Jumono, membenarkan proyek tersebut merupakan Banprov Perubahan Tahun 2025. Ia menyampaikan kemungkinan papan informasi telah hilang.
”Banprov mas, perubahan 2025. Ada mungkin dah hilang,” tulis Jumono melalui pesan WhatsApp, sembari mengirimkan foto papan informasi kegiatan kepada wartawan.
Berdasarkan foto yang dikirim kepala desa, proyek tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp200 juta dengan volume pekerjaan 206 meter x 3,20 meter x 0,16 meter, berlokasi di RT 01 dan RT 02 RW 02 Dukuh Kemiri, Desa Tanjungsari.
Saat ditanya mengenai kondisi rabat beton yang menurut pantauan lapangan telah banyak mengalami retak dan pecah meski baru beberapa bulan selesai dikerjakan, Jumono menjawab singkat.
”Besok kepanggih mas,” balasnya.
Sementara itu, seorang warga sekitar yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku pembangunan jalan tersebut belum genap satu tahun, bahkan diperkirakan baru sekitar tiga hingga lima bulan selesai dikerjakan.
Menurut penuturannya, lalu lintas kendaraan berat di lokasi relatif jarang, sehingga ia heran jalan tersebut sudah mengalami kerusakan.
Warga tersebut juga menyampaikan dugaan pribadinya bahwa kerusakan itu disebabkan campuran semen yang kurang. Ia mengatakan pekerjaan dilakukan dengan sistem borongan dan proses pengecoran berlangsung relatif cepat.
”Ketoke kurang semen, dadi padha pecah. Ora dangu kok padha pecah,” ujar warga tersebut.
Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan pendapat warga dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Hingga berita ini diterbitkan, MediaKPK masih menunggu pertemuan langsung dengan Kepala Desa Tanjungsari untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut terkait kondisi proyek tersebut, termasuk penyebab munculnya retakan pada rabat beton yang usianya belum genap satu tahun.
Berita utama
Belum Genap Setahun, Rabat Beton Bantuan Keuangan Provinsi di Desa Tanjungsari Mulai Retak, Kades: “Besok Kepanggih Mas”








