PATI, Mediakpk.com– Media KPK menemukan dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pada pembangunan sebuah objek wisata di Jl. Situluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berdasarkan hasil investigasi lapangan pada Kamis (2/7/2026).
Dari hasil pantauan di lokasi, awak Media KPK mendapati sejumlah bagian cor beton telah mengalami retak, meski pembangunan diduga masih tergolong baru. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa pelaksanaan pekerjaan konstruksi tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang seharusnya.
Dalam penelusuran di lokasi, Media KPK juga mewawancarai salah seorang karyawan pengelola. Berdasarkan keterangannya, pengunjung dikenakan tiket masuk Rp3.000, parkir sepeda motor Rp2.000, dan parkir mobil Rp5.000.
Karyawan tersebut menjelaskan bahwa pendapatan dari penjualan tiket tidak menentu. Terkadang hanya mencapai sekitar Rp38 ribu per hari, namun pada hari tertentu dapat mencapai Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.
Saat ditanya mengenai pengelolaan hasil penjualan tiket, karyawan menyebut seluruh pemasukan disetorkan kepada pemerintah desa.
”Masuknya ke desa,” ujar karyawan.
Sementara mengenai kapan penarikan tiket mulai diberlakukan, karyawan mengaku tidak mengetahui secara pasti karena dirinya merupakan karyawan baru.
Media KPK telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Desa terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pembangunan tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, kepala desa belum memberikan tanggapan, sehingga klarifikasi dari pihak pemerintah desa belum dapat dimuat.
Media KPK tetap membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada pihak-pihak terkait sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Jika terdapat klarifikasi resmi, Media KPK akan memuatnya pada pemberitaan selanjutnya.
Berita utama
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Media KPK Temukan Beton Retak pada Pembangunan Wisata di Kecamatan Gembong








