Berita utama

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bongkar Penipuan PO Sembako Murah, Pelaku Diamankan”

M
Media KPK11/4/2026 / 4 min read
♡ 2□ 3528
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bongkar Penipuan PO Sembako Murah, Pelaku Diamankan”
2.7KTerbaca

TANJUNG PERAK – Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil membongkar praktik penipuan dan penggelapan berkedok pesanan awal atau purchase order (PO) sembako murah yang menyasar ibu rumah tangga (IRT) di Surabaya.

Pelaku EA kini telah diringkus polisi setelah membawa lari uang para korban yang total kerugiannya ditaksir mencapai Rp400.010.000.

Aksi penipuan ini berlangsung dalam kurun waktu satu bulan, terhitung sejak 14 Februari hingga 14 Maret 2026. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan laporan korban, petugas akhirnya menangkap tersangka pada 31 Maret 2026. Terhitung sejak 1 April 2026, tersangka resmi menjalani masa penahanan yang dititipkan di Rutan Polda Jawa Timur.

KBO Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Ipda Meldy, mengungkapkan bahwa tersangka EA menjalankan aksinya dengan memanfaatkan fitur status WhatsApp.

Ia mengunggah tawaran bertajuk “Buka Purchase Order (PO) Harga Sembako” dengan harga di bawah standar pasar untuk memikat calon pembeli.

“Korban yang tertarik kemudian menghubungi pelaku melalui pesan singkat (japri) dan mengirimkan sejumlah uang melalui transfer bank. Namun, barang yang dijanjikan tidak pernah dikirimkan,” ujar Ipda Meldy, Jumat (10/4/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, uang yang diterima dari para korban tidak digunakan untuk membelanjakan sembako pesanan.

Sebaliknya, tersangka menggunakan dana tersebut untuk menutupi pesanan pelanggan lain serta membiayai keperluan pribadinya. Modus ini dikenal dengan istilah gali lubang tutup lubang dalam skema transaksi fiktif.

Kasus ini mencuat setelah seorang wanita berinisial TDL melaporkan kerugian sebesar Rp146.605.000. Namun, dalam pengembangan penyidikan, terungkap bahwa ada empat korban lainnya, yakni RAS, DN, MM, dan BR.

“Jika diakumulasikan, total uang yang berhasil dikeruk tersangka dari kelima korban tersebut mencapai angka Rp400 juta lebih, ” jelasnya.

Atas perbuatannya, EA dijerat dengan pasal berlapis mengenai penipuan dan/atau penggelapan.
Pasal 492 dan/atau Pasal 486 UU No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap tawaran kebutuhan pokok dengan harga yang tidak rasional di media sosial. (*)

Slider Berita Terkait

Lihat semua
Lembur Hingga Malam, Jalan Pendekat Jembatan Garuda Diselesaikan Personel Kodim 1009/Tanah LautDukung Percepatan Pembangunan Infrastruktur, Babinsa Turut Awasi Pekerjaan Jembatan Aramco di Kabupaten SambasSambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Aksi Donor Darah, Kumpulkan 78 Kantong DarahBhabinkamtibmas Polsek Pakal Dampingi Petani Padi Dukung Program Ketahanan Pangan NasionalSatresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bongkar Peredaran 3 Ons Sabu, Dua Tersangka Diamankan, Satu Bandar Masuk DPOBabinsa Hadiri Rembuk Stunting, Wujud Dukungan TNI terhadap Program Kesehatan MasyarakatTemuan Galon Diduga Berisi Pertalite di Toroh Berlanjut, Muncul Pengakuan Koordinator LapanganWarga Puring Desak Penutupan Tempat Hiburan Malam, Soroti Dugaan Peredaran Miras dan Gangguan KetertibanLembur Hingga Malam, Jalan Pendekat Jembatan Garuda Diselesaikan Personel Kodim 1009/Tanah LautDukung Percepatan Pembangunan Infrastruktur, Babinsa Turut Awasi Pekerjaan Jembatan Aramco di Kabupaten SambasSambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Aksi Donor Darah, Kumpulkan 78 Kantong DarahBhabinkamtibmas Polsek Pakal Dampingi Petani Padi Dukung Program Ketahanan Pangan NasionalSatresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bongkar Peredaran 3 Ons Sabu, Dua Tersangka Diamankan, Satu Bandar Masuk DPOBabinsa Hadiri Rembuk Stunting, Wujud Dukungan TNI terhadap Program Kesehatan MasyarakatTemuan Galon Diduga Berisi Pertalite di Toroh Berlanjut, Muncul Pengakuan Koordinator LapanganWarga Puring Desak Penutupan Tempat Hiburan Malam, Soroti Dugaan Peredaran Miras dan Gangguan Ketertiban