MEDIAKPK.COM CIREBON – Proyek Rehabilitasi Irigasi Walahar di Kabupaten Cirebon yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Tahun Anggaran 2026 menjadi sorotan masyarakat.
Proyek pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi primer dan sekunder pada daerah irigasi seluas 1.000 hingga 3.000 hektare serta daerah irigasi lintas kabupaten/kota tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp713.595.759 dan dikerjakan oleh CV Karya Guyub Wiguna.
Sejumlah warga mempertanyakan penggunaan material batu pada pekerjaan pasangan saluran irigasi. Mereka menduga material yang digunakan berupa batu kapur, yang dinilai berbeda dengan spesifikasi teknis yang lazim digunakan pada pekerjaan pasangan batu untuk saluran irigasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media di lapangan, seorang warga berinisial A menyebut material yang digunakan diduga merupakan batu kapur.
”Setahu saya yang digunakan batu kapur. Seharusnya menggunakan batu yang lebih keras dan kuat karena saluran ini menahan aliran air yang cukup deras,” ujarnya kepada awak media.
Warga mengkhawatirkan penggunaan material tersebut dapat memengaruhi kualitas dan daya tahan bangunan irigasi dalam jangka panjang. Namun demikian, dugaan tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak pelaksana maupun instansi teknis terkait untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi pekerjaan yang telah ditetapkan.
Hingga berita ini ditulis, pihak pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi. Media ini membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak kontraktor maupun instansi terkait untuk memberikan hak jawab dan klarifikasi atas informasi yang berkembang di masyarakat.
Berita utama
Rehabilitasi Irigasi Walahar di Kabupaten Cirebon Disorot, Material Batu Diduga Tak Sesuai Spesifikasi








